Kaum ibu dan perempuan harus mendapatkan prioritas dalam pembangunan mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia sampai dengan program pemerintah yang responsif terhadap kaum hawa. Salah satunya adalah dengan adanya Gerakan Sayang Ibu (GSI) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan angka harapan hidup masyarakat.

Dalam penilaian gerakan tersebut, Tim GSI Kabupaten Ngawi dibawah koordinator Antik Budi Sulistyono blusukan dalam agenda Evaluasi Revitalisasi Kecamatan Sayang Ibu tingkat Kabupaten Ngawi tahun 2017 di Desa/Kecamatan Jogorogo pada hari Kamis 23 Maret 2017.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menekan angka kematian ibu melahirkan dan kematian bayi. Untuk menyukseskan program tersebut tidak boleh berpangku tangan kita harus intens turun ke bawah melakukan evaluasi,” terang Antik Budi Sulistyono.

Dijelaskan penilaian lapangan Tim GSI Kabupaten Ngawi ke Desa/Kecamatan Jogorogo meliputi beberapa aspek diantaranya adalah ada tidaknya pembentukan satgas revitalisasi GSI, pendataan dan pemetaan peta bumil (Ibu Hamil). Penilaian lainnya adalah pengorganisasian Tabulin dan Dasolin, selain itu ada tidaknya pengorganisasian ambulan desa, donor darah.

Serta adanya kemitraan dukun bayi dan bidan. Esensi penting adalah adanya keterlibatan masyarakat dan suami dalam rangka mewujudkan kualitas ibu dan menurunkan angka kematian ibu yang salah satunya adalah adanya suami Siap Antar Jaga (Siaga) dan adanya pondok sayang ibu.

Selain penilaian berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan oleh Tim GSI Kabupaten Ngawi, penilaian lain juga meliputi adanya upaya inovasi dan terobosan yang dilakukan oleh kecamatan maupun desa untuk mendukung GSI ini. Untuk Kabupaten Ngawi selama ini telah menerapkan beberapa inovasi yang nantinya diharapkan memberikan nilai tambah adalah Kebun Sehat Begizi Posyandu (KSBP) dan adanya inovasi rumah cerdas.

“Hasil dari evaluasi yang kita lakukan tentang GSI tentu sangat berharap Desa Jogorogo akan mampu mewakili tingkat Kabupaten Ngawi dalam ajang di propinsi maupun nasional,” jelas Antik Budi Sulistyono.

Sementara itu Nur Ekawati Kepala Desa (Kades) Jogorogo mengatakan, tentang GSI yang ada di desanya selama ini memang sudah terorganisir dan tertata baik keberadaan Satgas GSI maupun koordinator. Tidak sebatas itu saja tambahnya, program dari Satgas GSI di sosialisasikan setiap bulanya dengan sasaran dilingkungan RT di wilayahnya.

Kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk mensosialisasikan beberapa point yang erat kaitanya dengan GSI antara lain, sosialisasi Desa Siaga dan Warga Siaga, pelayanan KIA secara gratis kepada warga miskin. Selain itu ditambah sosialisasi tentang Kelas Ibu Hamil demikian juga Dana Sosial Persalinan.

Sumber : SoeryoNgawi
Axact

Desa Jogorogo

Desa Jogorogo, Maju Unggul Jaya. Memayu Hayuning Bawono, Gemah Ripah Loh Jinawi, Tata Tentrem Kartoraharjo

Post A Comment:

0 comments: